Ada Apa Dengan Istilah Lindu?

Ada Apa Dengan Istilah Lindu ?

Bagi orang yang hidup di Jawa pasti sudah tak asing lagi dengan kata “lindu” sebutan yang berarti gempa. Setelah terjadinya gempa, orang-orang desa akan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan. Orang Jawa banyak yang menyebutkan bahwa gempa adalah aktivitas gunung bernafas, ada ular raksasa yang melintas, bahkan masih banyak kepercayaan yang lain. Karena pada dasarnya, mereka hidup di daerah pergunungan. Tidak menutup kemungkinan jika ada gempa datang mereka mengira sebagai aktivitas gunung yang sedang bernafas. Apakah gunung bisa bernafas? Tentu saja tidak. Itu hanyalah kepercayaan turun-temurun masyarakat Jawa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gempa berarti guncangan, gerakan bumi. Lebih jelasnya gempa adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam bumi. Berdasarkan jenisnya, gempa dibedakan menjadi 5 yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa runtuhan, gempa bumi tumbukan, dan gempa bumi buatan.

Dari 5 jenis gempa, yang sering terjadi dan paling banyak diketahui orang adalah gempa vulkanik dan gempa tektonik. Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan aktivitas gunung berapi, bukan karena gunung sedang bernafas, melainkan terjadi lantaran adanya pergerakan magma di dalam gunung berapi. Sedangkan gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan adanya pergeseran lempeng bumi. Gempa tektonik dapat meruntuhkan bangunan yang ada di dasar bumi.  Jika gempa tektonik terjadi di dasar laut dalam skala yang besar maka bisa menyebabkan terjadinya tsunami

Comments

Popular posts from this blog

Belum Tentu Lebih Baik

Alasanku Tak Menyukainya