Penyebab Tak Betah Di Rumah

Liburan kenaikan ini cukup puas, selama lima minggu atau tiga puluh lima hari tidak ada pembelajaran di sekolah. Tidak ada PR, tidak ada kerja kelompok, dan yang pasti tidak ada tumpukan buku di atas meja. Selama liburan juga tidak ada hal-hal yang membebani pikiran. Liburan adalah waktu untuk melarikan diri dari tugas sekolah. Namun, libur di sekolah belum tentu libur di rumah. Di rumah, banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan, bersih-bersih ini, bersih-bersih itu. Kalau tidak dilakukan maka tubuh tidak ada aktivitas sama sekali, dan menjadikan malas.

Selain tubuh tidak bergerak, orang tua juga turut memarahi. Di pagi hari misalnya, kalau tidak segera bangun pagi maka ibu akan marah. Kalau sudah bangun dan tidur lagi ibu juga marah. Semua itu ibu lakukan agar anaknya tidak malas selama liburan. Tetapi beda orang beda pula pandangan. Jika ibu menyuruh anaknya untuk rajin selama liburan, beda halnya dengan si anak. Anak hanya ingin bersantai-santai, bermalas-malasan, dan mengerjakan sesuatu yang tidak melelahkan.

Kedua pemikiran tersebut menyebabkan salah satu diantaranya harus mengalah. Seorang anak harus melaksanakan perintah orang tua, meskipun itu berat dilakukan. Daripada  disebut anak durhaka, jika perintah orang tua tidak segera dilaksanakan akan terjadi perkelahian mulut antara orang tua dan anak, nantinya malah menjadi buah bibir tetangga yang tidak sengaja mendengar.

Terkadang seorang anak tidak betah di rumah. Berbagai hal selalu menjadi alasan, perlu refresinglah, perlu hiburanlah, perlu bersenang-senanglah. Mau bagaimana lagi, itu adalah hak seorang anak. Wajar saja kalau seorang anak ingin bermain bersama teman-temannya, karena mereka perlu mengistirahatkan otaknya sebentar untuk memikirkan dunia pendidikan.

Alasan yang membuat tidak betah di rumah adalah bosan. Di rumah sendiri dan hanya di depat tv membuat bosan. Apalagi kalau acara tv hanya itu-itu saja, rasanya ingin segera ke luar rumah untuk sekadar melihat alam dedaunan yang hijau. Agar tidak pengap di dalam rumah atau di dalam kamar. Semakin pengap lagi kalau melihat kamar berantakan penuh dengan buku-buku pelajaran yang belum dibereskan.

Alasan yang terakhir adalah tidak ada cemilan, cemilan memang makanan yang tidak wajib untuk dikonsumsi. Namun tidak ada cemilan juga membuat ingin pergi ke luar untuk membelinya. Cemilan memang tidak semuanya membuat perut kenyang,  setidaknya dapat memberikan kegiatan bagi gigi. Agar tidak diam saja.

Comments

Popular posts from this blog

Belum Tentu Lebih Baik

Ada Apa Dengan Istilah Lindu?

Alasanku Tak Menyukainya