Hargailah Mereka

Mereka, tukang parkir yang terkadang dianggap remeh oleh sebagian orang. Tukang parkir adalah orang yang tidak sombong dengan segala yang ia miliki. Mereka menyadari bahwa semua yang ia miliki hanyalah titipan yang akan kembali kepada pemiliknya. Setiap hari, mereka bisa memiliki sepeda puluhan bahkan ratusan, tetapi apakah dia sombong? Tentu tidak, mereka menyadari bahwa sepeda tersebut hanyalah sebuah titipan yang akan kembali.

Sama hanya dengan seorang anak. Anak adalah titipan yang diberikan dari Allah kepada orang tua untuk  dijaga. Orang tua bertugas mendidik anak tersebut, bedanya orang tua dengan tukang parkir adalah, jika tukang parkir meminta upah, sedangkan orang tua tidak menginginkan upah atau ongkos dari siapapun. Orang tua ikhlas merawat anak-anaknya, tanpa ada niatan untuk mendapatkan balasan yang lebih besar.

Tetapi, janganlah bersikap semena-mena terhadap orang tua meskipun orang tua tidak menginginkan balasan dari anaknya. Orang tua hanya ingin anak-anaknya bahagia dan sukses dikemudian hari.

Hal yang sepatutnya kita lakukan kepada orang tua adalah selalu mendo'akannya seusai beribadah, membantu pekerjaannya, senantiasa membuatnya senang, dan yang paling penting jangan durhaka kepada orang tua. Karena ridho Allah terletak pada kedua ridho orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua. 

Terkadang yang membuat orang tua marah adalah sifat anaknya. Anaknya nakal, susah dinasehati, dan parahnya lagi anak membuat nama keluarganya menjadi jelek. Itu adalah hal-hal yang dapat membuat orang tua marah. Masih banyak lagi hal-hal buruk yang dapat membuat orang tua dan Allah murka kepada anaknya. Anak tidak mau melaksanakan perintah orang tua, sehingga orang tua menjadi marah.

Lalu, apa saja yang membuat orang tua meridhoi anaknya? Contoh kecil adalah anak akan mengikuti sebuah perlombaan, sebelum berangkat terlebih dahulu anak meminta do'a restu dari orang tua agar senantiasa diberi ridho dari orang tua.

Comments

Popular posts from this blog

Belum Tentu Lebih Baik

Ada Apa Dengan Istilah Lindu?

Alasanku Tak Menyukainya